Ini Alasan Anak Muda Mesti Melek Startup

CALIFORNIA - Belakangan ini Startup heboh di bincangkan di lini massa. Startup seringkali diidentikan dengan konotasi perusahaan teknologi atau internet. Namun sebenarnya apa makna dari Stratup.?
Menurut Wikipedia, Startup dimaknai sebagai perusahaan rintisan atau menbangun sebuah model bisnis yang sesuai. Startup juga umumnya adalah perusahaan yang belum lama beroperasi dan masih dalam fase pengembangan.
Startup lazim diidentikan dengan perusahaan teknologi karena istilah ini mulai populer secara internasional semenjak era gelembung dot-com (dot-com dobble) bermunculan. Pada periode 1998 - 2000 banyak perusahaan berinisial 'dot-com' didirikan secara berbarengan.
Menurut Rama Mamuaya, Founder dailyocial.net, yang dikutip dari teknojurnal, startup dirangkum dalam tiga variabel yakni, beroperasi kurang dari tiga tahun, memiliki lebih dari 20 karyawan serta berpendapatan kurang dari USD 100 ribu pertahun.
Dikutip dari laman Techcrounch, Rabu (31/12/2014), Startup diklasifikasikan dalam tiga kata kunci yang dinamakan dengan 'aturan 50, 100, dan 500'.
Maksudnya adalah apabila perusahaan telah mendapatkan penghasilan sekira USD50 juta dalam 12 bulan, kemudian memiliki karyawan sekira 100 orang atau lebih, serta telah bernilai USD500 juta, artinya perusahaan tersebut tidak bisa lagi dikatakan sebagai Startup.
Namun demikian istilah Startup yang selalu dikaitkan dengan perusahaan teknologi tidak selalu tepat. Karena pada dasarnya Strartup sebuah bisnis baru berskala kecil seperti UKM. Platform nya pun tidak harus selalu online, bisa juga offline.
Hanya saja startup cenderung bergerak di bidang-bidang online dan IT seperti pembuatan situs, web, aplikasi, jual beli online, dan lain-lain.
Yasunobo Hashimoto direktur Rakuten Belanja Online mengatakan., untuk membangun start-up ecommerce di perlukan beberapa hal. Diantaranya adalah memastikan kepuasan pelanggan dan atau konsumen.
"Kita harus berpandangan perspektif konsumen dengan memposisikan diri layaknya seorang konsumen. Dengan begitu kita akan hal apasaja yang di butuhkan konsumen," ucap pria yang biasa disapa Yas kepada Okezone saat di wawancarai di kantor Rakuten bebrapa waktu lalu.
Ada alasan kuat mengapa pemuda harus membangun Start-Up. Salah satunya adalah, kedepan dunia digital akan mampu menjadi ladang uang yang potensial. Sebagai contoh Andry Huzain , SVP Marketing and Business Development, Lazada Indonesia, industri e-commerce Indonesia akan diprediksikan akan tumbuh hingga USD25 Milliar pada tahun 2016.
(amr)


0 komentar:
Posting Komentar